akhirnya dibuka untuk umum pada tanggal 5 Februari lalu. Festival tahunan yang telah berlangsung untuk ke 64 kalinya tahun ini akan memajang tidak kurang dari 216 mahakarya patung-patung dan bangunan-bangunan es raksasa di Taman Odori yang saat ini suhunya dibawah 3 derajat celcius.
Pihak penyelenggara memprediksi bahwa festival tahun ini akan dihadiri oleh lebih dari 2 juta pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri. Hmm... kapan peserta dari Indonesia diundang secara resmi ya?
Taman botanical Nabana no Sato
Nagashima, Jepang, berubah menjadi sebuah pagelaran cahaya yang spektakuler dengan dihias lebih dari 7 juta lampu LED untuk menyambut musim dingin dan hari Natal di bulan Desember.
Diyakini sebagai salah satu 'pertunjukkan cahaya terbaik di seluruh dunia', taman Nabana yang akan dibuka untuk umum sampai dengan 31 Maret 2013 ini telah dibanjiri para turis dalam maupun luar negeri. Orang Jepang memang tidak tanggung-tanggung dekorasinya ya...
Tanabata festival cinta pada malam ketujuh
Orihime, putri Kaisar Tentei, adalah seorang dewi penenun yang membuat pakaian-pakaian indah untuk ayahnya. Pada suatu hari ia duduk termenung di samping sungai Amanogawa. Rupanya Orihime sedang diliputi kesedihan karena ia saking sibuknya dengan tenunan sampai-sampai dia tidak bisa jatuh cinta.
Tentei, sang penguasa langit, pun ikut sedih. Lalu dia mengatur sebuah pernikahan untuknya dengan Hikoboshi, si penggembala sapi, yang tinggal di seberang sungai. Pasangan itu sangat bahagia dan sangat mencintai satu sama lain. Mereka bertemu setiap hari. Akibatnya, mereka mengabaikan pekerjaan mereka. Mereka lupa kalau mereka mempunyai kewajiban yang harus mereka lakukan.
Ini membuat marah Kaisar Tentei, sehingga dia memutuskan untuk memisahkan pasangan tersebut dan menempatkan mereka kembali di sisi sungai yang berlawanan. Tentei menetapkan bahwa pasangan itu hanya boleh bertemu dan melihat satu sama lain pada satu malam setiap tahunnya, yaitu pada hari ketujuh di bulan ketujuh.
Tanabata (juga dikenal sebagai festival bintang) adalah festival yang merayakan penyatuan antara dua orang yang sedang jatuh cinta yang sudah lama tidak bertemu. Festival ini berasal dari negeri China dan dianggap hari Valentine-nya orang China dimana banyak pasangan kekasih merayakan dengan makan malam sederhana nan romantis.
Dalam tradisi Jepang, orang-orang menulis keinginan mereka pada kertas tanzaku (kertas berwarna-warni) dan menggantungnya pada pohon bambu. Orang juga menghiasi pohon bambu dengan berbagai macam ornamen dan dekorasi kertas serta menempatkannya diluar rumah mereka.
Keinginan yang ditulis pun bisa bermacam-macam. Tidak harus berhubungan dengan jalinan cinta mereka. Banyak yang menulis untuk kesehatan mereka, pekerjaan yang lebih baik, dan lain-lain. Tidak semua orang di Jepang merayakannya secara bersamaan. Ada yang hari ini, ada pula yang di bulan Agustus, tergantung tradisi daerahnya masing-masing.
Sekarang pertanyaannya: Bagaimana rasanya kalau kamu bisa bertemu dengan kekasihmu hanya satu hari dalam satu tahun?
Pulau Aogashima
Kita sering berpikir bahwa Jepang hanya terdiri dari 4 pulau saja (yaitu Hokkaido, Honshu, Shikoku dan Kyushu). Tapi kenyataannya, Jepang memiliki puluhan pulau kecil lainnya. Mereka banyak yang tersembunyi, alias jarang dibicarakan oleh banyak orang, meskipun pulau-pulau tersebut mempunyai pemandangan yang luar biasa.
Salah satunya adalah pulau Aogashima.
Aogashima (yang berarti "pulau biru") adalah pulau vulkanik yang berada di kepulauan Filipina. Meskipun lokasinya 358 kilometer jauh dari kota Tokyo, pulau ini berada dibawah pengurusan pemerintah kota Tokyo.
Penduduknya hanya sekitar 200 orang yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan dan petani. Disana terdapat 1 sekolah dan 1 kantor pos. Tidak ada hotel, tidak ada restoran. Ya, pulau ini sangatlah sepi. Kenapa? Karena Aogashima sendiri adalah gunung merapi yang bisa meletus setiap saat.
Tidak gampang untuk menuju ke Aogashima. Kita bisa menggunakan kapal ferry atau helikopter, tapi karena lokasinya yang sangat terpencil dan jauh dari pulau-pulau lainnya, maka cuaca menjadi perhatian utama. Kalau ada badai sedikit saja, maka tidak akan ada yang boleh keluar masuk pulau tersebut. Sesampainya disana pun tidak ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan selain mandi di tempat pemandian air panas.
Sempurna bagi mereka yang ingin beristirahat dari hiruk pikuk kota besar !!
Ogasawara
Kepulauan Ogasawara dengan perairan biru-nya yang sangat indah dan satwa liar yang unik ini telah masuk ke dalam daftar "Warisan Alami Dunia UNESCO" pada tanggal 24 Juni 2011 lalu.
Kepulauan Ogasawara yang terdiri lebih dari 30 pulau-pulau kecil berkerumun dalam tiga kelompok dan mencakup luas permukaan 7.393 hektar ini adalah rumah bagi 195 spesies burung yang terancam punah. "Saya berharap keindahan alam yang berlimpah ini dapat diperlihatkan kepada generasi mendatang sebagai sumber daya bersama umat manusia," kata Walikota Ogasawara, Kazuo Morishita dengan bangga.
Sekarang, mari kita nikmati keindahannya...
sumber : http://jepang.net/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar