Seuntai risalah cinta
Risalah cinta yang ditulis dengan
goresan cinta tangisan air mata, dan jeritan para orang tua yang sudah tak
dikenali lagi oleh anak-anaknya. para orang tua yang tinggal di lorong lorong
jembatan, di tepi-tepi jalan, di panti-panti jompo, yang hidup dengan himpitan
perasaan yang mencekam, tanpa anak, cucu, ketenangan, rasa aman, cinta dan
kasih sayang serta kebahagiaan, yang seharusnya mereka menikmati dimasa tua
mereka. Karena kedurhakaan anak-anak merekalah yang membuat para orang tua
harus rela untuk tinggal di tempat itu. Karena hati batu yang dimiliki
anak-anaknya telah membuat mereka lupa dan gila, hingga akhirnya mereka tidak
mengijinkan orang tua sendiri berteduh (walaupun hanya sesaat) di rumah-rumah
mereka dari panasnya sengatan matahari dan dinginnya malam, yang senantiasa menusuk
tulang rapuhnya dan yang hampir saja merenggut nyawa tuanya.
jika nasehat hati akan diterima oleh
hati, maka aku hadiahkan nasehat hati ini kepada hamba-hamba Allah swt yang
(rela dan tega) melihat kedua orang tuanya yang tua lagi renta, menangis di sudut
ruangan panti jompo, mengemis di pasar-pasar, di jalan-jalan, menjadi
gelandangan dan sebagian lagi dari mereka ada yang membanting tulang demi
mencari sesuap makanan di atas punggungnya yang sudah rapuh dimakan usia.
Padahal dibalik kepedihan yang sangat mendalam, anak-anaknya adalah yang
memiliki tubuh sehat lagi kuat dan harta yang melimpah ruah, bahkan saking
banyaknya, harta tersebut tidak dapat terhitung jumlahnya Wallahu Ta'ala
A'alam.
Kepada para orang tua yang (secara
terpaksa) tinggal di kolong-kolong jembatan, di tepi-tepi jalan, di panti
jompo, karena terusir dari kediaman tempat tinggalnya bersabarlah!! dengan
kesabaran yang tidak ada batasnya.
Untaian Kalimat Cinta Untukmu,
Seorang Wanita Pertama
Yang Paling Aku Cintai di Dunia
sebelum
jasad ibumu yang telah melahirkanmu di letakan di liang kuburnya, diwajibkan
bagimu untuk berbuat baik kepadanya dengan akhlak yang mulia. karena semua kabaikan
yang telah engkau dapatkan darinya, lebih berharga dan lebih mahal dari dunia
dan segala sesuatu yang ada di dalamnya.
Seluruh
Kasih Sayang, cinta, perhatian dan pendidikan yang telah engkau dapatkan
darinya lebih mahal, dan lebih berharga dari emas, permata dan seluruh
harta-harta dunia lainnya. Dan ingatlah, bahwa seluruh kebaikan tidak akan
terbalas meskipun dunia dan seluruh isinya telah engkau berikan kepadanya. Dan
ingatlah, bahwa keridhaannya adalah harta termahal yang pernah ada di dunia ini
dan engkau tidak akan dikatakan orang terkaya apabila keridhaan ibumu tidak
engkau miliki semasa hidupmu, meskipun harta dunia telah engkau miliki
semuanya.
Ingatlah
sabda Rasulullah saw bahwa keridhaan Allah swt ada pada keridhaan orang
tua dan murka Allah swt ada pada kemurkaan orang tua.
Seuntai kalimat
masih teringat dalam benaku, bebrapa bait kata yang tersusun rapi yang kemudian
jika aku membacanya maka akan menggetarkan jiwa pendurhakaanku kepada sosok
wanita yang paling berjasa dalam hidupku yang mana keridhaanya adalah
sebaik-baiknya perhiasaan dunia terindah yang pernah aku miliki di dunia
ini.
Ia
adalah seorang wanita tua yang berdoa diwaktu malam hanya demi mengharapkan kabaikan
agama dan akhlak untuk buah hatinya.
Ia adalah
wanita tua yang tiak pernah bersedih, ketika teman-temannya menceritakan
prestasi anaknya yang gemilang dibidang akademik dunia.
Ia adalah wanita
tua yang justru merasa tersenyum bahagia mempunya anak-anak yang mau berfikir
dan berusaha keras untuk mengejar kebahagiaan dan kebaikan akhirat dan tidak
melupakan kebahagiaan dunianya.
Ia
adalah wanita tua yang menanamkan arti berusaha susah ria, demi mendapatkan
ilmu agama.
Ia
adalah wanita tua yang senantiasa bersabar dan memberi dukungan doa serta
ridhanya untuk buah hatinya yang sedang meuntut ilmu agama nan jauh dari
hadapan matanya.
Ummi
sungguh bahagianya diriku mempunya seorang ummi sepertimu. Engkau yang tak
pernah mengajariku berbohong dan tidak pernah mengajariku berbuat cela. Engkau
selalu berdoa untukku, semoga aku menjadi anak yang shalih, menjadi seorang
anak yang taat kepada perintah allah swt dan Rasul-nya.
Ummi
tersenyumlah karena senyum teduhmu menjauhkanku dari kesedihan dan belaian
tangan kasih sayangmu menjadi madu ketika aku merasa sulit menghadapi pahitnya
cobaan kehidupan.
Ummi
Ketika aku melihatmu
Entah kenapa terpancar dari wajah teduhmu ketenangan
Terbersit dari senyummu keindahan
Dan terassa lebih indah, jika aku ceritakan semua ini
Pada bintang yang berkilauan
Ummi
Izinkanlah aku menangis
Jika air matamu terjatuh karena kedurhakaanku
Kedua tanganmu memelukku karena keridhaanmu padaku
Bibir dan lisanmu yang kau basahi dengan dzikir dan doa
Demi mengharapka keshalihan agama dan akhlakmu...
Ummi
Ketika detak jantungku mulai berdetak kencang
Dan terasa akan berhenti
Saraf dalam tubuhku mulai merasakan sakit
Yang tidak akan terobati
Denyut nafas dalam jiwaku mulai terasa berhenti
Maka, hanya kalimat maaf yang masih terlantun lembut
Dan lubuk hati kecilku ini
Untukmu, seorang ummi penuh kasih dan cinta
Yang telah memberiku kecupan di pipi
Ummi, sesungguhnya engkaulah
sebaik-baik perhiasan dunia yang pernah aku miliki di dunia ini. Engkau yang
tidak pernah mengeluh ketika mendidik buah hatimu, bersabar atas kesalahan dan
tingkah pola anak-anakmu yang terkadang harus memeras keringat di sekujur
tubuhmu. Engkaulah seorang ummi yang tidak takut lagi melawan dinginnya malam
yang senantiasa mengintai tubuh ringkihmu, hanya karena ingin berkhalwat dengan
rabb semesta alam, untuk mendoakan anak-anakmu demi kabaikan mereka, yang lebih
engkau utamakan dari dirimu.
Ummi,
engkau adalah guru yang aku idolakan. Engkaulah seorang guru yang penuh cinta
meskipun tanpa menyandang gelar sarjana di belakang namamu. Engkaulah seorang
guru yang penuh cinta, keikhlasan, kelemah lembutan dan kasih sayang ketika
mendidik anak-anakmu. Engkaulah seorang guru yang sepantasnya aku doakan dirimu
dengan doa “semoga allah swt tetap menjagamu”.
Engkau
yang tidak pernah menyentuh buku-buku, yang mana engkau sendirilah menata dan merapikan
dengan rapi. Dan ketika aku melihatmu memegang sebuah buku, kemudia aku tanya
sedang apa, engkau menyuruhku supaya aku menyimpannya. Dan kemudian engkau
mengambil sebuah lembaran abjad dan memberikan kepadaku supaya aku membacanya
untukmu, agar engkau mendengarnya dan mampu menghafalnya.
Ummi,
Sesunggunya cukuplah bagiku memilikimu sebagai seorang wanita yang paling aku
cintai di dunia ini. Meskipun engkau tidak terlalu pandai membaca tulisan
dengan bahasa indonesia. Namun berbahagialah wahai ummi, kepandainmu dalam
membaca dan menghafal kitabullah Al-quran
menjadikanku dan anak-anakmu yang lain, bangga memlikimu sebagai guru
dan ummi yang paling dicintai di dunia ini.
Ummi
sayang, dengarlah, sesungguhnya buah hatimu ini tidak pernah berharap ketika ia
besar nanti, ia menjadi seorang sarjana yang berbangga diri karena telah
menggapai cita-citanya. Karena sesunggunya cita-citanya yang paling tinggi
adalah bisa melihat senyum indahmu ketika dia berada di sisimu dan berada
didekapn dadamu. Dan ketika air matanya terjatuh karena rindu akan cinta dan
kasih sayangmu.
Ummi
sayang, izinkanlah aku dan anak-anakmu yang lain, membuka pintu surga dengan
senyum keridhaanmu dan mengunci pintu neraka rapat-rapat dengan maaaf, doa dan
kasih sayangmu. Dan semoga allah swt mengumpulkan kita di Surga-Nya yang penuuh
dengan keikmatan dan keridhaannya. Allahumma aamiin...
“yang selalu dirundung rindu kepadamu”
Abu ‘uyainah muhammad yusuf as-sahaby
Tidak ada komentar:
Posting Komentar