Kamis, 14 Februari 2013

Ummi ijinkan aku menangis



Seuntai risalah cinta
Risalah cinta yang ditulis dengan goresan cinta tangisan air mata, dan jeritan para orang tua yang sudah tak dikenali lagi oleh anak-anaknya. para orang tua yang tinggal di lorong lorong jembatan, di tepi-tepi jalan, di panti-panti jompo, yang hidup dengan himpitan perasaan yang mencekam, tanpa anak, cucu, ketenangan, rasa aman, cinta dan kasih sayang serta kebahagiaan, yang seharusnya mereka menikmati dimasa tua mereka. Karena kedurhakaan anak-anak merekalah yang membuat para orang tua harus rela untuk tinggal di tempat itu. Karena hati batu yang dimiliki anak-anaknya telah membuat mereka lupa dan gila, hingga akhirnya mereka tidak mengijinkan orang tua sendiri berteduh (walaupun hanya sesaat) di rumah-rumah mereka dari panasnya sengatan matahari dan dinginnya malam, yang senantiasa menusuk tulang rapuhnya dan yang hampir saja merenggut nyawa tuanya.
jika nasehat hati akan diterima oleh hati, maka aku hadiahkan nasehat hati ini kepada hamba-hamba Allah swt yang (rela dan tega) melihat kedua orang tuanya yang tua lagi renta, menangis di sudut ruangan panti jompo, mengemis di pasar-pasar, di jalan-jalan, menjadi gelandangan dan sebagian lagi dari mereka ada yang membanting tulang demi mencari sesuap makanan di atas punggungnya yang sudah rapuh dimakan usia. Padahal dibalik kepedihan yang sangat mendalam, anak-anaknya adalah yang memiliki tubuh sehat lagi kuat dan harta yang melimpah ruah, bahkan saking banyaknya, harta tersebut tidak dapat terhitung jumlahnya Wallahu Ta'ala A'alam.
Kepada para orang tua yang (secara terpaksa) tinggal di kolong-kolong jembatan, di tepi-tepi jalan, di panti jompo, karena terusir dari kediaman tempat tinggalnya bersabarlah!! dengan kesabaran yang tidak ada batasnya.

Untaian Kalimat Cinta Untukmu,
Seorang Wanita Pertama
Yang Paling Aku Cintai di Dunia
sebelum jasad ibumu yang telah melahirkanmu di letakan di liang kuburnya, diwajibkan bagimu untuk berbuat baik kepadanya dengan akhlak yang mulia. karena semua kabaikan yang telah engkau dapatkan darinya, lebih berharga dan lebih mahal dari dunia dan segala sesuatu yang ada di dalamnya.
Seluruh Kasih Sayang, cinta, perhatian dan pendidikan yang telah engkau dapatkan darinya lebih mahal, dan lebih berharga dari emas, permata dan seluruh harta-harta dunia lainnya. Dan ingatlah, bahwa seluruh kebaikan tidak akan terbalas meskipun dunia dan seluruh isinya telah engkau berikan kepadanya. Dan ingatlah, bahwa keridhaannya adalah harta termahal yang pernah ada di dunia ini dan engkau tidak akan dikatakan orang terkaya apabila keridhaan ibumu tidak engkau miliki semasa hidupmu, meskipun harta dunia telah engkau miliki semuanya.
Ingatlah sabda Rasulullah saw bahwa keridhaan  Allah swt ada pada keridhaan orang tua dan murka Allah swt ada pada kemurkaan orang tua.
Seuntai kalimat masih teringat dalam benaku, bebrapa bait kata yang tersusun rapi yang kemudian jika aku membacanya maka akan menggetarkan jiwa pendurhakaanku kepada sosok wanita yang paling berjasa dalam hidupku yang mana keridhaanya adalah sebaik-baiknya perhiasaan dunia  terindah yang pernah aku miliki di dunia ini.
Ia  adalah seorang wanita tua yang berdoa diwaktu malam hanya demi mengharapkan kabaikan agama dan akhlak untuk buah hatinya.
Ia adalah wanita tua yang tiak pernah bersedih, ketika teman-temannya menceritakan prestasi anaknya yang gemilang dibidang akademik dunia.
Ia adalah wanita tua yang justru merasa tersenyum bahagia mempunya anak-anak yang mau berfikir dan berusaha keras untuk mengejar kebahagiaan dan kebaikan akhirat dan tidak melupakan kebahagiaan dunianya.
            Ia adalah wanita tua yang menanamkan arti berusaha susah ria, demi mendapatkan ilmu agama.
            Ia adalah wanita tua yang senantiasa bersabar dan memberi dukungan doa serta ridhanya untuk buah hatinya yang sedang meuntut ilmu agama nan jauh dari hadapan matanya.
            Ummi sungguh bahagianya diriku mempunya seorang ummi sepertimu. Engkau yang tak pernah mengajariku berbohong dan tidak pernah mengajariku berbuat cela. Engkau selalu berdoa untukku, semoga aku menjadi anak yang shalih, menjadi seorang anak yang taat kepada perintah allah swt dan Rasul-nya.
            Ummi tersenyumlah karena senyum teduhmu menjauhkanku dari kesedihan dan belaian tangan kasih sayangmu menjadi madu ketika aku merasa sulit menghadapi pahitnya cobaan kehidupan.
Ummi
Ketika aku melihatmu
Entah kenapa terpancar dari wajah teduhmu ketenangan
Terbersit dari senyummu keindahan
Dan terassa lebih indah, jika aku ceritakan semua ini
Pada bintang yang  berkilauan

Ummi
Izinkanlah aku menangis
Jika air matamu terjatuh karena kedurhakaanku
Kedua tanganmu memelukku karena keridhaanmu padaku
Bibir dan lisanmu yang kau basahi dengan dzikir dan doa
Demi mengharapka keshalihan agama dan akhlakmu...

Ummi
Ketika detak jantungku mulai berdetak kencang
Dan terasa akan berhenti
Saraf dalam tubuhku mulai merasakan sakit
Yang tidak akan terobati
Denyut nafas dalam jiwaku mulai terasa berhenti
Maka, hanya kalimat maaf yang masih terlantun lembut
Dan lubuk hati kecilku ini
Untukmu, seorang ummi penuh kasih dan cinta
Yang telah memberiku kecupan di pipi

           
            Ummi, sesungguhnya engkaulah sebaik-baik perhiasan dunia yang pernah aku miliki di dunia ini. Engkau yang tidak pernah mengeluh ketika mendidik buah hatimu, bersabar atas kesalahan dan tingkah pola anak-anakmu yang terkadang harus memeras keringat di sekujur tubuhmu. Engkaulah seorang ummi yang tidak takut lagi melawan dinginnya malam yang senantiasa mengintai tubuh ringkihmu, hanya karena ingin berkhalwat dengan rabb semesta alam, untuk mendoakan anak-anakmu demi kabaikan mereka, yang lebih engkau utamakan dari dirimu.
            Ummi, engkau adalah guru yang aku idolakan. Engkaulah seorang guru yang penuh cinta meskipun tanpa menyandang gelar sarjana di belakang namamu. Engkaulah seorang guru yang penuh cinta, keikhlasan, kelemah lembutan dan kasih sayang ketika mendidik anak-anakmu. Engkaulah seorang guru yang sepantasnya aku doakan dirimu dengan doa “semoga allah swt tetap menjagamu”.
            Engkau yang tidak pernah menyentuh buku-buku, yang mana engkau sendirilah menata dan merapikan dengan rapi. Dan ketika aku melihatmu memegang sebuah buku, kemudia aku tanya sedang apa, engkau menyuruhku supaya aku menyimpannya. Dan kemudian engkau mengambil sebuah lembaran abjad dan memberikan kepadaku supaya aku membacanya untukmu, agar engkau mendengarnya dan mampu menghafalnya.
            Ummi, Sesunggunya cukuplah bagiku memilikimu sebagai seorang wanita yang paling aku cintai di dunia ini. Meskipun engkau tidak terlalu pandai membaca tulisan dengan bahasa indonesia. Namun berbahagialah wahai ummi, kepandainmu dalam membaca dan menghafal kitabullah Al-quran  menjadikanku dan anak-anakmu yang lain, bangga memlikimu sebagai guru dan ummi yang paling dicintai di dunia ini.
            Ummi sayang, dengarlah, sesungguhnya buah hatimu ini tidak pernah berharap ketika ia besar nanti, ia menjadi seorang sarjana yang berbangga diri karena telah menggapai cita-citanya. Karena sesunggunya cita-citanya yang paling tinggi adalah bisa melihat senyum indahmu ketika dia berada di sisimu dan berada didekapn dadamu. Dan ketika air matanya terjatuh karena rindu akan cinta dan kasih sayangmu.
            Ummi sayang, izinkanlah aku dan anak-anakmu yang lain, membuka pintu surga dengan senyum keridhaanmu dan mengunci pintu neraka rapat-rapat dengan maaaf, doa dan kasih sayangmu. Dan semoga allah swt mengumpulkan kita di Surga-Nya yang penuuh dengan keikmatan dan keridhaannya. Allahumma aamiin...

“yang selalu dirundung rindu kepadamu”
Abu ‘uyainah muhammad yusuf as-sahaby

Tidak ada komentar:

Posting Komentar